HomeUncategorized

4 Anggota Polres Nunukan Ditangkap Karena Terlibat Kasus Narkoba

4 Anggota Polres Nunukan Ditangkap Karena Terlibat Kasus Narkoba

A. Identifikasi Dan Deskripsi Isu Nagan Raya, Bihaba.co - Penangkapan terhadap anggota polisi terkait kasus narkoba di Nunukan, Kalimantan Utara, c

Reses Ketua DPRK Nagan Raya, Warga Sampaikan Aspirasi Jalan Hingga Kesempatan Kerja
Ketua KNPI Nagan Raya Ikuti Pelatihan Kepemimpinan di SESPIM POLRI
Caleg Gagal Asal Aceh Ditangkap Karena Jadi Kurir Sabu
Spread the love

A. Identifikasi Dan Deskripsi Isu

Nagan Raya, Bihaba.co – Penangkapan terhadap anggota polisi terkait kasus narkoba di Nunukan, Kalimantan Utara, cukup menghebohkan. Pasalnya, ada nama yang diduga sebagai Kasat Narkoba Polres Nunukan. Awalnya, detikKalimantan mendapatkan informasi terjadi penangkapan terhadap Kasat Narkoba Polres Nunukan Iptu Sony Dwi Hermawan dan anggota Polsek Sebatik Timur. Penangkapan dilakukan di Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Nunukan, Rabu (9/7/2025) siang.

Warga setempat mengaku melihat proses penangkapan yang dilakukan oleh petugas tidak berseragam. Dia juga melihat sejumlah petugas berjaga di Dermaga Aji Putri, Sebatik Selatan, saat kejadian berlangsung

Sehari sebelumnya, Selasa (8/7) malam, warga melihat Iptu Sony dan tim menyeberang dari Nunukan ke Sebatik. Tak lama kemudian, sekelompok orang menyusul ke lokasi yang sama.

Pada Rabu siang, dua polisi tersebut dibawa dari Sebatik ke Pelabuhan Tradisional Aji Putri, Nunukan, dengan tangan diborgol dan wajah tertunduk.

“Mereka langsung dimasukkan ke bagasi mobil, prosesnya sangat cepat,” kata Aji.

Dalam kasus ini ada 4 orang polisi yang ditangkap.

B. Dampak Yang Akan Terjadi Jika Isu Ini Tidak Dicegah Atau Diantisipasi

Jika isu atau berita yang sedang beredar di Indonesia saat ini terkait 4 polisi dari Polres Nunukan Kalimantan Utara yang terlibat narkoba bakal dipecat dan dipidanakan ini tidak dicegah atau ditangani dengan baik, maka dampaknya bisa sangat luas dan merugikan. Yang mana dampaknya mulai dari ketidakstabilan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, hingga dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap polisi yang ada di Indonesia.

Hal tersebut juga dapat memicu terjadinya konflik antara masyarakat dengan aparat penegak hukum dan pemerintah yang ada di Indonesia. Selain itu, jika hal ini tidak diatasi dengan baik, juga akan membuat ketidakpuasan public yang akan memicu demonstrasi, aksi protes, bahkan kerusuhan sosial yang akan mengancam stabilitas negara.h

Hal ini juga dapat menyebabkan fenomena “no viral no justice” yang mana ketidak percayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum dapt menyebabkan fenomena ” no viral no justice ” dimana masyarakat lebih memilih untuk memviralkan kasus-kasus ketidak adilan di media sosial daripada mengandalkan proses hukum formal.

C. Penyebab Terjadinya Isu Diatas

  1. Rendahnya integritas moral dari aparat Kepolisan, Meskipun memikul tanggung jawab yang besar, tidak semua aparat memiliki intergritas yang kuat mereka mudah tergoda untuk penyalahgunaan jabatan.
  2. Tuntutan gaya hidup mewah, hal ini dapat mendorong aparat kepolisian untuk mendapatkan penghasilan dan keuntungan yang lebih banyak termasuk dari jalur illegal.
  3. Aparat kepolisiaan tidak takut risiko hukum Merasa kebal hukum karena statusnya sebagai penegak hukum.
  4. Pengawasan internal lemah (terutama di satuan narkoba) Devisi propam dan pengawasan internal sering bersifat pasif, hanya bertindak jika sudah pelanggaran besar.
  5. Salah satu dari ke empat aparat kepolisian yang terjerat menjabat pada jabatan strategis (kasat narkoba) yang dapat membuka peluang untuk membangun koneksi gelap tanpa terpantau.
  6. Lokasi geografis strategis untuk penyeludupan, Kabupaten Nunukan berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga menjadi salah satu pintu masuk narkoba ke Indonesia.
  7. Lemahnya pengawasan di post lintas batas, Banyak jalur tikus (jalur tidak resmi) yang digunakan oleh penyeludup dan sulit diawasi dengan maksimal.

D. Upaya Pencegahan dan Penyelesaian terhadap Isu

Adapun Upaya terkait pencegahan isu diatas, yaitu:

  1. Perbaikan sistem pengawasan internal kepolisian. Pengawasan yang ketat dan terstruktur agar perilaku anggota selalu terpantau, baik saat bertugas di lapangan maupun di luar tugas resmi mereka.
  2. Pelatihan dan Pendidikan etika serta imtegritas bagi anggota kepolisian perlu ditingkatkan. Program Pendidikan moral dan etika perlu ditanamkan mulai dari Pendidikan dasar kepolisian hingga jenjang perwira.
  3. Aturan ketat tentang polisi dan keluarga polisi dilarang untuk hidup bermewah-mewahan agar mencegah tuntutan ekonomi di luar batas kesanggupan pendapatan seorang polisi.

Adapun Upaya terkait penyelesaian isu diatas, yaitu:

  1. Penegakan hukum dan sanksi yang tegas tanpa pandang bulu terhadap anggota yang terlibat narkoba harus dijalankan. Setelah mendapat hukum pidana sesuai dengan hukum yang berlaku, anggota polisi yang terlibat juga harus menjalani hukuman kode etik kepolisian seperti pemecatan.
  2. Proses hukum yang transparan serta dipublikasikan secara masif, sehingga Masyarakat dan anggota polisi lainnya benar-benar merasakan adanya konsekuensi nyata dari pelanggaran tersebut.

Siapapun dapat terlibat kasus penyalahgunaan narkoba, namun sungguh ironi bila yang terlibat justru ujung tonggak dalam sistem hukum di negeri ini yang seharusnya memberantas dan memerangi penyalahgunaan narkoba. Selain merugikan bangsa dan negara, tindakan ini dapat menimbulkan stigma buruk serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap terhadap

Masalah penanggulangan penyalahgunaan narkotika tidak begitu baik tertangani sehingga kasus terhadap penyalahgunaan narkotika semakin meningkat khususnya bagi anggota kepolisian. Oleh karena itu, agar dapat melaksanakan upaya tersebut dengan baik, polisi tidak dapat bekerja sendirian dalam menangani hal tersebut. Polisi perlu untuk melakukan kerja sama yang baik dengan semua elemen masyarakat dan pemerintahan. Sehingga masyarakat juga dapat berperan aktif untuk dapat melaksanakan upaya tersebut.

E. Analisis Isu Menggunakan Teknik SWOT:

1. Kekuatan (Strengths)

Hal-hal positif yang menjadi kekuatan terhadap pihak terkait dalam kasus ini, antara lain:

  • Mabes Polri, Bareskrim dan Propam turun langsung dalam penanganan kasus ini. Hal ini menunjukkan Penegakan hukum yang cepat dan tegas oleh pihak berwenang.
  • Komitmen dari pimpinan Polri yaitu Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memastikan segera melakukan tindakan pemecatan secara tidak hormat dan pidana pada oknum yang terbukti terlibat.
  • Sinergi antarlembaga negara dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba. Bupati Nunukan memberikan apresiasi kepada kepolisian yang tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum.

2. Kelemahan (Weakness)

Beberapa hal yang menjadi kelemahan dalam kasus ini antara lain:

  • Kasus penangkapan 4 anggota polisi terkait kasus narkoba ini menunjukkan bahwa lemahnya integritas, pengawasan dan kontrol internal institusi.
  • Adanya indikasi pembiaran dan perlindungan terhadap oknum yang melakukan pelanggaran hukum dengan dugaan penggantian barang bukti sabu 12 kg dengan tawas.
  • Polisi yang seharusnya menjadi ujung tombak keamanan justru terlibat dalam aktivitas yang dilarang oleh hukum, hal ini dapat membuat polisi gagal menjadi contoh dalam penerapan bela negara.

3. Peluang (Opportunities)

Beberapa peluang perbaikan yang dapat dilakukan kedepan dari kasus ini antara lain:

  • Perbaikan dan memperkuat pengawasan juga integritas internal instansi Polri,
  • Menindaklanjuti kasus ini dengan transparan, cepat dan konsisten dapat meningkatkan citra Polri dan keyakinan public bahwa Polri sebagai institusi yang professional dan tidak pandang bulu.

4. Ancaman (Threats)

Beberapa resiko yang dapat muncul dengan adanya kasus ini antara lain:

  • Memperburuk citra institusi Polri dan penurunan kepercayaan publik dengan adanya personel kepolisian yang salah satunya Kasatreskoba terlibat kasus penyeludupan dan peredaran sabu, yang mana seharusnya oknum-oknum inilah yang mencegah terjadinya aktivitas narkoba di Indonesia.
  • Mempengaruhi citra negara di mata dunia, karena selama ini Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat menentang keras narkoba, keterlibatan oknum kepolisian dalam kasus ini tentunya akan mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia.
  • Nunukan merupakan wilayah perbatasan yang sangat strategis, sehingga apabila kepolisian terlibat narkoba dan pengawasan internal tidak diperketat maka akan sangat rawan disusupi jaringan narkoba lintas negara.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: