Aceh Barat, Bihaba.co - Kritik terhadap kepemimpinan ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Jaya (Ipelmaja) Meulaboh semakin menguat. Sejumlah m
Aceh Barat, Bihaba.co – Kritik terhadap kepemimpinan ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Jaya (Ipelmaja) Meulaboh semakin menguat. Sejumlah mahasiswa menilai sang ketua tidak menunjukkan kinerja yang aktif dan tidak mampu menjalankan peran sebagaimana harapan anggota.
M. Zhakki, salah satu mahasiswa asal Aceh Jaya yang dikenal vokal dalam gerakan kemahasiswaan, menilai bahwa lemahnya komunikasi dan minimnya kegiatan organisasi selama masa kepemimpinan saat ini menunjukkan kurangnya tanggung jawab seorang pemimpin.
“Kalau memang tidak bisa memimpin dengan baik, sebaiknya mundur saja. Ipelmaja ini milik bersama, bukan milik pribadi. Jangan sampai organisasi ini mati karena ketidakmampuan seseorang,” tegas M. Zhakki kepada media, Minggu (12/10/2025).
Menurutnya, sejak pelantikan pengurus baru, tidak ada kegiatan yang dilakukan hingga saat ini. Hal itu memperkuat kesan bahwa roda organisasi Ipelmaja Meulaboh tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Setelah selesai pelantikan, tidak ada satu pun kegiatan yang dijalankan. Padahal mahasiswa Aceh Jaya di Meulaboh sangat menunggu program-program yang bisa mempererat silaturahmi dan mengembangkan potensi,” ujar Zhakki.
Ia menambahkan, posisi Ketua Umum bukan hanya simbol jabatan, melainkan amanah yang menuntut komitmen dan tindakan nyata. Selama beberapa bulan terakhir, banyak aspirasi anggota yang tidak mendapat tanggapan maupun tindak lanjut dari kepemimpinan saat ini.
“Kami sudah berulang kali menyampaikan masukan, tapi tidak ada perubahan berarti. Jika tidak siap memimpin, lebih baik memberi kesempatan kepada orang lain yang lebih peduli,” tegasnya lagi.
Zhakki berharap, ke depan Ipelmaja Meulaboh dapat dipimpin oleh sosok yang lebih komunikatif, terbuka terhadap kritik, dan mampu menggerakkan potensi seluruh mahasiswa Aceh Jaya di perantauan.


COMMENTS