Aceh Barat, Bihaba.co — Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Empat mahasiswa lintas p
Aceh Barat, Bihaba.co — Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Empat mahasiswa lintas program studi berhasil menjadi finalis dalam ajang Disaster Short Movie Competition (DSMC) 2025 yang diselenggarakan oleh FASTANA (Fasilitator Tangguh Bencana) TDMRC–Universitas Syiah Kuala (USK).
Mereka adalah Fuadi dan Resti Auliya dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN) angkatan 2022, serta Nurmai Nisrina dan Salsha Alya dari Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Kolaborasi lintas disiplin ini membentuk tim bernama KOMUNIMA, singkatan dari Komunikasi dan Administrasi Negara, yang sukses membawa nama Universitas Teuku Umar ke kancah internasional melalui karya film pendek berjudul “Before The Waves”.
Kompetisi bergengsi ini berlangsung pada Jumat, 24 Oktober 2025, di Banda Aceh. Dalam ajang tersebut, film “Before The Waves” berhasil menarik perhatian dewan juri karena pesan kuat yang diangkat—tentang kisah masyarakat pesisir Aceh yang pernah mengalami tsunami 2004 dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Film ini mengisahkan perjalanan seorang remaja pesisir yang berjuang memahami kehilangan orang tuanya akibat tsunami. Dalam prosesnya, ia belajar tentang pentingnya pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta semangat untuk bangkit dari tragedi.
Menurut Nurmai Nisrina, yang berperan sebagai narator dalam film tersebut, ide cerita muncul dari keinginan tim untuk menggambarkan ketangguhan masyarakat Aceh.
“Kami ingin menunjukkan bahwa meski ada tragedi, masyarakat Aceh tetap memiliki kekuatan untuk bangkit. Tsunami memang meninggalkan luka, tetapi juga mengajarkan pentingnya saling bantu dan selalu siap menghadapi bencana,” ujar Nisrina.
Sementara itu, Fuadi selaku ketua tim sekaligus kameramen menjelaskan bahwa proses produksi film dilakukan di daerah pesisir Aceh Barat, dengan melibatkan masyarakat setempat.
“Kami menghadapi banyak tantangan, mulai dari cuaca, lokasi, hingga waktu produksi yang terbatas. Tapi semua itu terbayar karena kami bisa mengangkat cerita nyata masyarakat kami sendiri,” ungkapnya.
Ajang Disaster Short Movie Competition (DSMC) sendiri merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran kebencanaan di kalangan generasi muda, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Aceh.


COMMENTS