Aceh Barat, Bihaba.co —Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Teuku Umar (UTU),Fahriza Adhelina, secara resmi menyerukan evaluasi
Aceh Barat, Bihaba.co —Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Teuku Umar (UTU),Fahriza Adhelina, secara resmi menyerukan evaluasi mendalam terhadap Ketua DPM UTU. Hal itu disampaikannya ke awak media pada Rabu (14/05/2025).
Dalam pernyataan terbuka itu Fahriza adhelina menyebut kepemimpinan Ketua DPM telah gagal secara struktural dan moral, dengan menuding bahwa tata kelola lembaga saat ini mengalami kerusakan sistemik akibat kepemimpinan yang tidak transparan, tidak akuntabel, dan tidak bertanggung jawab.
“Lembaga ini tidak boleh dikendalikan berdasarkan ego dan kehendak sepihak. DPM adalah milik kolektif seluruh mahasiswa, bukan panggung personal Ketua,” ungkap Fahriza
Dalam pernyataannya, Fahriza adhelina juga menyoroti beberapa pelanggaran mendasar yang dilakukan oleh Ketua DPM, termasuk Pendelegasian jabatan tanpa prosedur, di mana Wakil Ketua II dan Sekretaris Jenderal ditunjuk untuk mewakili Ketua tanpa pelibatan atau pemberitahuan kepada Wakil Ketua I yang secara struktural memiliki kewenangan sah saat Ketua berhalangan.
Kemudian Undangan rapat yang tidak sesuai aturan administratif, seperti pemberitahuan mendadak kurang dari 24 jam sebelum forum penting seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Praktik seperti ini bukan insiden satu kali. Ini adalah pola. Pola kelalaian dan pengabaian tanggung jawab yang membahayakan kredibilitas legislatif mahasiswa,” lanjut Fahriza adhelina.
Fahriza adhelina dengan tegas menyatakan bahwa jika Ketua DPM UTU tidak mampu mengemban amanah dengan baik, maka mundur adalah opsi terhormat yang masih bisa diambil.
Ia juga meminta Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM UTU) untuk segera membentuk forum evaluasi terbuka agar seluruh perwakilan mahasiswa dapat melihat langsung rekam jejak dan arah kepemimpinan Ketua saat ini.
“Kami tidak bisa membiarkan lembaga ini menjadi ruang sunyi yang hanya aktif saat rapat, namun kosong dari nilai dan arah. Kepemimpinan adalah tanggung jawab, bukan posisi,” tutupnya.


COMMENTS