HomeUncategorized

Wali Kota di Meksiko Tewas Dipenggal Kartel Narkoba Setelah 6 Hari Menjabat

Wali Kota di Meksiko Tewas Dipenggal Kartel Narkoba Setelah 6 Hari Menjabat

Meksiko- bihaba.co- Seorang wali kota di Meksiko ditemukan tewas dengan kepala terpenggal setelah enam hari menjabat. Dilansir dari New York Post,

Kementerian ATR/BPN Gelar Kick-off Proyek ILASP, Menteri Nusron: Samakan Persepsi dan Perkuat Komitmen
Polda Riau Musnahkan 83 Kilogram Sabu dan Amankan 12 Tersangka Jaringan Internasional
Gawat, Di Nagan Raya Ada Alokasi Beasiswa Sebesar 1 Milyar Hanya Untuk 10 Orang Penerima
Spread the love

Meksiko- bihaba.co- Seorang wali kota di Meksiko ditemukan tewas dengan kepala terpenggal setelah enam hari menjabat.

Dilansir dari New York Post, Alejandro Arcos, wali kota Chilpancingo yang berusia 43 tahun, jasadnya ditemukan di dalam truk pikapnya sementara kepalanya ditaruh di atas kendaraan.

Kematiannya dikonfirmasi pihak berwenang pada Minggu (6 Oktober) malam.

“Kehilangannya membuat seluruh masyarakat Guerrero berduka dan membuat kami marah,” kata Gubernur Guerrero, Evelyn Salgado.

Padahal di hari sebelum ditemukan meninggal dunia, Arcos diketahui telah mengunjungi lingkungan Chilpancingo yang rusak akibat Badai John.

Alejandro Moreno, ketua umum Partai Revolusioner Institusional, meminta otoritas berwenang untuk mengambil alih penyelidikan mengingat besarnya pengaruh geng narkoba Guerrero.

Menurut Moreno, kematian Arcos terasa tragis lantaran peristiwa pembunuhannya hanya selang tiga hari setelah penembakan mati Francisco Tapia, sekretaris pemerintah kota yang baru.

“Mereka baru menjabat kurang dari seminggu. Mereka adalah pegawai negeri muda dan jujur yang menginginkan kemajuan bagi komunitas mereka,” ujarnya.

Wilayah Guerrero dikenal sebagai salah satu negara bagian paling mematikan, terutama bagi politisi dan jurnalis.

Selain pembunuhan Tapia dan Arcos, sedikitnya enam kandidat yang mencalonkan diri untuk jabatan publik tewas di Guerrero pada musim pemilu tahun ini.

Chilpancingo menjadi wilayah konflik antar dua kelompok kartel yang saling bermusuhan, Ardillos dan Tlacos. Tak ayal kekerasan menjadi amat lazim terjadi di kota berpenduduk sekitar 280.000 orang ini.

Pada Juli 2023 lalu, sejumlah anggota Ardillos pernah mengorganisir demonstrasi, membajak mobil lapis baja aparat, dan menyandera 10 petugas polisi untuk menuntut pembebasan para pemimpin mereka yang ditangkap karena kasus kepemilikan narkoba dan senjata.

Pihak berwenang negara bagian akhirnya berhasil membebaskan para polisi yang disandera dengan imbalan janji akan berinvestasi dalam proyek-proyek pekerjaan umum.

Sumber: kilat.com

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: